Warung Pecel Mak'e Sedep

Nasi Pecel yang Suami Makan

Ini warung pecel pertama yang saya kunjungi dalam rangka membuat blog ini. Terletak di jalan Merbabu no. 22 dekat alun-alun, warung ini cukup ramai dikunjungi oleh pengunjung. Menurut keterangan anak dari pemiliknya, mas Heru, warung pecel ini kerap kali dikunjungi oleh p. Bambang Irianto walikota Madiun. Warung ini buka pagi sampai siang saja. Selain menjual pecel dia menjual rawon juga.

Warung Pecel Mak'e Sedep
Ini suasana waktu saya makan ke sana tadi pagi. Seperti yang kelihatan jam 9 pagi tadi warung ini sudah cukup ramai dikunjungi oleh pembeli. Jadi saya langsung masuk saja. Niat ingsun dibawa pulang tapi karena masih nunggu tempe yang belum mateng jadilah kita makan di sana dan kemudian tercetuslah ide untuk membuat blog ini.

Jadi warung pecel Mak'e cukup unik karena tidak seperti biasanya berupa warung tenda atau bahkan di emperan atau depot standar, warung ini lebih mirip cafe yang sekarang lagi menjamur di Madiun. Cukup cozy dan comfortable menurut saya dan lebih penting lagi bersih.

Jadi saya langsung saja pesan 2 nasi pecel original yang satu cuma pake tauge (saya gak suka bgt sayur soalnya hehehehe). Oleh mbaknya yang anak dari si pemilik warung juga ditawari sambel pecel yang pedes atau yang tidak pedes. Dengan pedenya saya langsung bilang pedes aja mbak (biasanya pecel yang saya makan ngomongnya pedes padahal gak). Langsung pesanan saya dibuatkan yaitu nasi, sayur, serundeng, kering tempe yang basah (weird right I know, but itu emang namanya) lalu disiram sambel yang pedes itu kemudian lalapan yaitu kemangi dan timun yang dipotong kecil2.

Sambelnya lebih merah daripada sambel yang gak pedes yang berwarna coklat pucat. Menurut perkiraanku karena memakai gula putih lebih banyak drpd gula jawa (mertua penjual bumbu pecel soalnya jadi tahu). Pas dimakan huaaaahhh...ternyata pedesnya minta ampun sambelnya smp telingaku bunyi nguing-nguing...tapi tugas menilai masih belum selesai jadi ya lanjut suap lagi. Sambel pecelnya cenderung terasa asin khas nasi pecel kuno Madiun. FYI, yang sekarang lebih cenderung ke manis. Bumbunya relatif halus instead kasar seperti pecel yang dijual di desa. Mungkin karena digiling. Yang kami berdua senangi adalah karena mbaknya gak pelit kasih sambel pecel. Jadi sampai menutupi nasi yang porsinya melimpah juga. Nasi pecel di sini sudah bonus tempe untuk setiap porsinya. Tempenya sendiri lebar dan tipis (jenis tempe yang saya sukai banget, tidak terlalu asin tapi rasa kedelainya terasa sekali. Pas lah menjadi teman nasi pecel yang super pedes ini. Untuk serundeng juga tidak terlalu manis jd rasanya tidak bertumpuk dengan sambelnya. Hanya kering tempenya yang basah agak terlalu basah menurut saya dan sedikit terlalu manis.

Tapi anyway, pecel Mak'e ini saya beri rating ☆☆☆☆★ 4/5

O ya kelebihan satu lagi dari pecel Mak'e murah meriah harganya untuk 1 porsi dengan tempe cuma Rp. 6.000

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guide to Nasi Pecel Madiun